Woow Jembatan di Pantai Kereen

Jembatan Pinggir Pantai yang keren di Australia, Bersih dan Artistic, menjadi salah satu destinasi wisata disana

Kang Entang dan Si Bungsu

Lagi Jalan di Nusantara Polo Club

Syakira Lagi Pose sama Ikan

Syakira Lagi berpose di Kolam Budidaya Perairan FPIK IPB

Lagi Naik Bis Tingkat di Australia

Suasana nyaman dan pemandangan yang indah untuk keliling kota yang tertata rapi, tertob dan bersih

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Desember 2014

Tips Menanam Cabe Rawit


Cabai rawit ini banyak permintaannya, selain itu harganya juga mahal. Sehingga ketika usaha cabai rawit ini ditekuni maka akan mendapatkan keuntungan yang besar, karena dalam menanam cabai rawit yang benar maka akan menghasilkan buah yang memuaskan.

Saya yakin kita semua pernah meliha cabai rawit dan memakannya . bagi kita yang biasa memakan makanan dengan sambal cabai , rasanya belum lengkap apa bila tidak dilenkapi dengan sambal cabai. Oleh karena itu cabai tidak dapat dipisah kan dengan kehidupan sehari – hari karena hamper semua jenis masakan yang kita makan menggunakan bumbu cabi besar atau cabai rawit .
Jenis cabai rawi yang sering diusahakan adalah sebagai berikut :

1. cabai kecil atau cabai jemprit
buahnya kecil dan pendek , lebih pedas dibandingka Janis cabai lainnya.

2. cabai putih atau cabai domba
buahnya lebihbesar dari cabai jemprit atau cabai celepik , dan rasanya kurang enak.

3. cabai celepik
buahnyalebih besar dari pada cabai jemprit dan lebih keci dari cabai domba. Rasanya tidak sepedas cabai jemprit . sewakti muda berwarna hijau setelah masak berwarna merah cerah .

BERCOCOK TANAM
Pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik dan hasil produksinya tinggi merupakan dambaan dan harapan kita semua . untuk mencapai tahapan tersebut kita harus melakukan kegiatan bercocok tanam cabai rawit yang menggunakan tahapan – tahapan sebagai berikut:

1. pengolahan tanah
dapat dilakukan membajak atau mencangkul sedalam 25 – 30 cm hingga tanah menjadi gembur . setelah itu biarkan 7 – 14 hari untuk mendapatkan sinar matahari
- pembuatan bedeng
• lebar bedeng 100 – 120 cm
• tinggi bedeng 20 – 30 cm
• jarak antara bedeng dengan bedeng lainnya 30 – 45 cm . arah bedeng memanjang ke utara selatan .
- syarat pupuk kandang yang baik adalah
• tidak berbau
• tidak panas
• berwarna kehitam hitaman , dan
• benar – benar sudah matang
- jarak tanaman cabai rawit sebagai berikut
• 50 x 100 cm
• 60 x 70 cm
• 50 x 90 cm

- cara pembuata jarak tanaman
a. pasang tali kenca ( pelurus ) sejajar dengan panjang bedeng , kira – kira 10 cm dari tepi bedeng
b. ukur jarak tanaman yang diinginkan pada sepanjang tali kencana tersebut
c. buat lubang tanaman sesuai dengan jarak tanaman tersebut , kemudian beri pupuk besar
• pupuk kandang = 1 kg / lubang
• pupuk urea =
• pupuk TSP =
• pupuk KCI =
d. campurkan ketiga pupuk buatan hinga rata dan masukan pada setiap lubang yang telah dibuat

2. pesemaian
pesemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit
tanaman atau calon tanaman yang baik . adapun tahapan pesemaian adalah sebagai berikut :
a. membuat bedeng atau tempat pesemaian , ukuran bedeng pesemaian sebagai berikut
• lebar bedeng 1 – 1,2 m
• panjang bedeng 3 – 5 m
• tingi bedeng 15 – 20 cm
b. penyemaian benih
kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antar
300 – 500 benih . sebelum benih disemai atau ditabur , tempat pesemaian disiram merata . beberapa cara menyemai benih cabai rawit sebagai berikut :
– semai bebas atau ditabur merata
– semai dalam baris
– semai berkelompok

3. penanaman
bibit tanaman cabai rawit yang telah berumur 1 bulan segera ditanam . penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu
ciri – cirri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut :
• telah berumur satu bulan
• tidak terserang hama dan penyakit
• pertumbuhan tanaman seragam
cara penanaman
• siram bibit yang akan ditanam
• pilih bibit yangakan ditanam
• lepaskan bumbung atau pelastik dari bibit
• padatkan tanah disekeliling tanaman bibit yang telah dimasukan kelubang agar tidak rebah

4. pemeliharaan tanaman
a. penyiraman
penyiraman dilakukan 2 kali sehari atau di sesuaikan dengan keadaan tanah .
b. penyiangan
rumpu liar yang tumbuh disekita tanaman harus dicabit atau di siang dengan kored atau sabit
c. pemupukan
jumlah pupuk yang dibutuhkan dalam satu hektar adalah
• urea = 200 kg
• TSP = 200 kg
• KCI = 150 kg
d. hama dan penyakit
hama yang sering menyerang tanaman cabai rwit adalah sebagai berikut :
- tungau marah
- kutu daun berwarna kuning
- kutu gurem atau thrips
tanda – tanda tanaman terserang
- tanaman berwarna seperti perak
- tanaman tampak pucat
- daun menjadi layu

pengendalian
- cabut tanaman yang terserang berat
- kumpulkan bagian tanaman yang terserang , lalu dibakar

PANEN
Panen merupakan kegiatan yang kita nanti – nanti untuk menikmati jerih payah selama penanaman , produksi cabai rawit hampir sama dengan cabai besar , hanya saja umur cabai rawit lebih lama yaitu 2 – 3 tahun , sehingga produksi cabai rawit lebih tinggi dari pada cabai besar .

Cabai rawit dapat dipanen hijau ( muda ) dan dipanen merah atau sudah masak . bila cabai rawit di panen hijau, cabai kelihatan bernas dan berisi .

Pemanena cabai rawit dapat dilakukan 4 – 7 hari sekaliatau tergantung peda situasi harga pasaran

Semoga CARA BUDIDAYA CABE RAWIT bermanfaat. Terima kasih.

mangga berkunjung ke blog laina :http://de-sahla-gallery.blogspot.com

referensi :http://tipspetani.blogspot.com

Youtube trips dan trik Menanam cabe rawit
diunggah dari you tube




Jumat, 12 Desember 2014

Tips Sukses Budidaya Jagung Manis Organik


Titis PriyowidodoBudidaya jagung manis (Zea mays saccharata) lebih rentan dari serangan hama dan penyakit dibanding jagung biasa. Namun dari sisi nilai jual, jagung manis menawarkan harga yang lebih baik sehingga animo budidaya jagung manis tak pernah surut. Karena sifatnya yang bisa dikonsumsi langsung seperti jagung bakar atau jagung rebus, pasar jagung manis terbuka sampai ke tingkat retail.
Jagung manis berkembang dari tipe jagung biasa jenis dent dan flint. Pada jagung manis terjadi mutasi gen resesif yang menghambat perubahan gula menjadi pati. Kadar gula pada jagung manis meningkat mulai hari ke-5 hinggan hari ke-15.
Budidaya jagung manis bisa dilakukan dalam kisaran iklim yang luas. Tanaman ini memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Di Indonesia jagung manis bisa dibudidayakan mulai dari dataran rendah hingga pengunungan dengan ketinggian 1.800 meter dpl bahkan dibelahan dunia lain bisa tumbuh pada 3.000 meter dpl. Suhu optimum untuk pertumbuhan jagung manis adalah 21-27oC, pada masa perkecambahan benih 23-27oC. Secara teori budidaya jagung manis bisa tumbuh di atas tanah dengan tingkat keasaman 5-8 pH.
Budidaya jagung manis tidak akan maksimal apabila kebutuhan hara tidak tercukupi. Tanaman ini memerlukan unsur nitrogen (N) dalam jumlah besar. Namun pemberian pupuk harus memperhatikan keseimbangan antara nitrogen, kalium (K) dan pospat (P).
Pengolahan lahan secara organik
Budidaya jagung manis bisa ditanam di lahan bekas sawah secara langsung atau bisa dibuat bedengan. Apabila lahan yang dipakai bekas sawah, usahakan agar lahan tidak tergenang air. Bedengan pada tanaman jagung berfungsi untuk mengatur saluran drainase. Bedengan bisa dibuat dengan ukuran lebar 1 meter dan tinggi 20-30 cm. Atur jarak antar bedengan sebesar 30 cm. Dalam satu bedeng bisa ditanam dua larik tanaman.
Pemupukan dasar untuk budidaya jagung manis organik sebaiknya campuran dari pupuk kotoran ayam dengan kotoran sapi atau kambing dengan komposisi 1:1. Pupuk kotoran ayam memberikan kadar N yang banyak dan lebih cepat terurai, sedangkan pupuk kotoran sapi atau kambing lebih kaya akan K dan P. Kebutuhan pupuk dengan metode organik adalah sekitar 5 ton per hektar.
Penanaman dan perawatan
Penanaman jagung manis paling efektif dengan cara ditugal. Buatlah lubang sedalam 2-3 cm kemudian masukan 2 butir benih jagung. Setelah itu tutup dengan tanah dan kompos, kemudian siram agar kelembaban tanah terjaga. Kebutuhan benih budidaya jagung manis adalah 8 kg per hektar.
Jarak tanam pada budidaya jagung manis adalah 60-75 cm. Jarak tanam ini mengikuti jumlah populasi ideal tanaman. Budidaya jagung manis akan munai hasil baik dengan menjaga populasi tanaman sebanyak 34.000-37.000 tanaman per hektar.

Pengendalian hama dan penyakit
Hama yang banyak ditemukan dalam budidaya jagung manis antara lain penggerek, penggerek tongkol, belalang, kutu daun dan tikus. Berikut sifat-sifat hama pada tanman jagung manis:
§  Penggerek batang jagung (O. furnacalis), hama ini menyerang tanaman pada vase vegetatif maupun generatif. Kerusakan tanaman terjadi karena larva menggerek bagian batang tanaman untuk mendapatkan makanan. Penggerek batang jagung bisa dikendalikan secara teknis dengan mengatur rotasi tanam seperti dengan kedelai dan kacang tanah. Selain itu bisa juga dengan dengan memotong bunga jantan dan menerapkan waktu tanam yang tepat. Pembasmian hayati dengan memanfaatkan musuh alami sepertiTrichogramma spp. atau predator alami Euborellia annulata yang memangsa larva.
§  Ulat Tongkol (H. armigera), hama ini menyerang tongkol jagung. Pada awalnya imago meninggalkan telur pada rambut-rambut jagung. Setelah larva tumbuh akan masuk kedalam tongkol. Hama ini mempunyai kebiasaan berpindah-pindah, sehingga kerusakan yang ditimbulkan pada tongkol jagung bisa lebih banyak dibanding jumlah larvanya. Pencegahan terhadap hama ini adalah dengan menerapkan pengolahan tanah yang baik. Pengolahan tanah yang akan mengurangi populasi ulat tongkol berikutnya. Musuh utama dari hama ini adalah Trichogramma spp. yang merupakan parasit telur dan Eriborus argentiopilosa parasit pada larva muda.
§  Kutu Daun (R. maidis), hama ini mengeluarkan embun madu pada daun yang berubah menjadi jelaga warna hitam. Noda-noda tersebut akan menghambat daun melakukan fotosintesis. Musuh alami hama ini adalah Lysiphlebus mirzaiCoccinella sp. dan Micraspis sp. Kultur teknis yang bisa dilakukan untuk menghindari serangan hama ini dengan melakukan polikultur tanaman atau menumpangsarikan jagung manis dengan tanaman lain.
§  Belalang (Oxya spp.), hama ini banyak berkembang didataran rendah yang berupa padang rumput atau pesawahan. Beberapa musuh alami belalang adalah Systoechus sp., burung dan laba-laba. Selain itu patogen sepertiMetarhizium anisopliae merupakan musuh belalang. Metarhizium anisopliaemerupakan bahan biopestisida yang sanggup mengendalikan 70-90% hama belalang.
§  Tikus (Rattus argentiventer), hama ini biasanya menyerang tanaman jagung manis yang ditanam di lahan sawah. Tikus memakan tongkol muda yang sedang matang susu, umumnya tikus memakan tongkol dari ujung hingga pertengahan pangkal. Pengendalian hama tikus secara organik adalah dengan memburu dan membasmi tikus dari sarangnya.
Disamping hama, budidaya jagung manis tidak terlepas dari serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun cendawan. Berikut beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman jagung manis terutama yang ditanam di daerah tropis:
§  Bule (Peronosclespora Maydis), gejala penyakit bule adalah permukaan daun bergaris-garis putih sampai kuning diikuti dengan warna coklat. Kemudian kerusakan menyerang tongkol. Penyakit ini bisa menyerang disepanjang musim tanam, namun kasus terbesar menyerang budidaya jagung manis yang ditanam diluar musim atau terlambat tanam. Serangan penyakit ini menyebabkan kerusakan yang besar, bisa menyebabkan kehilangan hinga 100%. Serangan penyakit bule bisa dihindari dengan pemilihan varietas benih yang tahan P. Maydis, memusnahkan tanaman terinfeksi, penanaman sesuai musim, dan rotasi tanaman.
§  Karat (Puccinia sorghi), gejalanya terdapat bercak-bercak bisul berwarna coklat sampai oranye pada permukaan daun bagian atas. Penyakit ini biasanya menyerang jagung yang ditanam di daerah beriklim tropis hingga sedang. Penyakit ini berkembang baik pada suhu 16-23oC dengan kelembaban tinggi. Bisa dikendalikan dengan pemilihan varietas benih, menjaga sanitasi kebun dan aplikasi biopestisida apabila bisul muncul pada permukaan daun.
§  Hawar daun (Helminthosporium turcicum), penyakit ini menyerang daun dengan gejala awal bercak-bercak kecil berbentuk oval yang berkembang menjadi hawar berwarna coklat keabu-abuan. Biasanya serangan ditemukan pada daun tua (bawah) kemudian menjalar ke daun muda (atas). Pada keadaan yang parah bisa menyababkan kematian pada tanaman dengan penampakan daun kering seperti terbakar. Untuk mengendalikannya gunakan varietas yang tahan, pengolahan tanah yang baik, penyiangan dan pengaturan jarak tanam. Pada budidaya jagung manis non-organik bisa diaplikasikan fungisida.
§  Hawar daun (Curvularia sp.), cendawan ini menyebabkan hawar daun dengan gejala awal bercak tak beraturan di ujung daun, pusat bercak berwarna coklat keputihan dengan pinggiran coklat tua. Bercak meluas ke pangkal daun hingga membuat seluruh daun mengering. Penyakit ini cepat menyebar pada kondisi kelembaban dan curah hujan tinggi. Pengendaliannya dengan memilih varietas tahan, perbaikan drainase tanah, meningkatkan sanitasi kebun dan menghilangkan tanaman atau bagian tanaman yang terkena.
§  Hawar pelepah (Rhizoctonia solani), gejalanya berupa busuk pada pelepah. Awalnya menyerang pada bagian tanaman yang terdekat dengan tanah kemudian menjalar ke bagian lain. Pada varietas tertentu bida menyerang hingga ke tongkol buah. Pengendaliannya dengan mengatur budidaya jagung manis ke musim kemarau, menanam varietas yang memiliki jarak tongkol dari tanah cukup tinggi, merompes daun-daun yang bersentuhan dengan tanah, menyiangi kebun, memotong bagian tanaman yang terserang dan mengaplikasikan rotasi tanaman.
Panen budidaya jagung manis
Jagung manis mulai berbunga setelah 50 hari. Sepuluh hari sebelum panen utama, sebaiknya dilakukan panen jagung muda. Pada masa ini akan tumbuh dua tongkol jagung, petik tongkol yang paling bawah. Pemanenan tongkol muda dimaksudkan agar asupan nutrisi pada tongkol utama tercukupi, sehingga hasilnya maksimal. Selain memetik tongkol muda, papaslah daun bagian bawah sebanyak 2-3 helai. Apabila muncul kembali tunas-tunas buah muda sebelum panen utama, petiklah sebagai panen tambahan. Panen utama budidaya jagung manis bisa dilakukan setelah tanaman berumur 65-75 hari.

Metode panen seperti ini cocok dilakukan untuk jenis tanaman jagung manis satu tongkol. Jenis ini digunakan luas oleh para petani di Indonesia, seperti varietas Seleksi Dramaga-2 (SD-2). Ada juga varietas jagung manis 2 tongkol, dimana dua tongkol jagung dibiarkan tumbuh hingga panen akhir.

sumber : http://alamtani.com/budidaya-jagung-manis-organik.html

Selasa, 09 Desember 2014

Inovasi Teknologi Pertanian untuk Produk Global


Perubahan budaya atau aspek sosial ternyata merubah cara pandang. Jaman dahulu kala, manusia mencukupi kebutuhan pangan dengan cara berburu.
Perubahan budaya atau aspek sosial ternyata merubah cara pandang. Jaman dahulu kala, manusia mencukupi kebutuhan pangan dengan cara berburu. Setelah lewat era itu, kebutuhan pangan diusahakan dengan bercocok tanam. Saat ini perkembangan itu sudah demikian dasyat. Teknologi pangan sudah demikian maju. Dari sekian bahan pangan yang dimakan oleh manusia ternyata masih banyak berasal dari muka bumi artinya belum tergantikan oleh produk digital. Dari mulai tanaman di tanam, dirawat, dipanen, dikemas, didistribusikan hingga di meja makan membutuhkan inovasi.
Namun demikian pada era industrialisasi global sekitar abad ke-18, peningkatan bahan pangan yang digenjot habis-habisan ini menyisakan masalah baru. Penggunaan teknologi saat itu masih menyisakan kesedihan kepada perubahan sosial, ekonomi dan ekologi saat ini. Penerapan teknologi pertanian konvensional yang membahana menyebabkan ketergantungan petani menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia. Pelaksanaan budidaya yang kurang memperhatikan kelangsungan lingkungan hidup. Bahkan hitung-hitungan yang rasional terhadap pembelajaan sarana produksi pertanian tidak dihitung sebagai rugi laba.
Beberapa fakta yang bisa ditemui saat ini berkaitan dengan gagalnya pertanian konvensional antara lain ;
1. Penurunan tingkat kesuburan tanah
2. Hilangnya bahan organik dalam tanah
3. Erosi dan sedimentasi tanah
4. Pencemaran tanah dan air akibat penggunaan bahan kimia yang berlebihan
5. Residu pestisida dan bahan berbahaya lainnya
6. Memudarnya konsep gotong royong masyarakat
7. Berkurangnya luas lahan karena beralih fungsi jadi tempat industri, dll
Hingga kemudian para pakar mengemukakan gagasan mengenai pertanian berkelanjutan. Urusan pangan bukan hanya untuk saat ini tetapi juga untuk masa depan. Bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk anak cucu kita. Food and Agriculture Organization (FAO, 1989) mendefinisikan pertanian berkelanjutan sebagai manajemen dan konservasi basis sumberdaya alam, dan orientasi perubahan teknologi dan kelembagaan guna menjamin tercapainya dan terpuaskannya kebutuhan manusia generasi saat ini maupun mendatang. Pembangunan pertanian berkelanjutan menkonservasi lahan, air, sumberdaya genetik tanaman maupun hewan, tidak merusak lingkungan, tepat guna secara teknis, layak secara ekonomis, dan diterima secara sosial.
Pertanian berkelanjutan ini tidak lepas dari pemanfaatan teknologi. Tiga pilar pertanian berkelanjutan antara lain; dimensi Sosial, dimensi Ekonomi dan dimensi Ekologi. Selain dimensi tersebut penting untuk mengaplikasikan teknologi yang berkaitan langsung dengan bidang pertanian maupun bidang lain. Teknologi ini harus mampu memacu peningkatan nilai tambah (value added), daya saing (competitiveness), dan keuntungan (profit/benefit) produk pertanian.
Organ teknologi yang diperlukan adalah cara budidaya dan bertani secara berkelanjutan dilakukan dengan baik, penanganan hasil panen yang baik, pengolahan/pasca panen dan membangun sistem distribusi yang baik. Indikasi atau ukuran keberhasilan pelaksanaan teknologi tersebut adalah standar terhadap produk pertaniannya. Produk pertanian yang baik memenuhi kriteria kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Teknologi yang mampu mendaur ulang proses pemanfaatan (zero waste) dan pemanfaatan sumberdaya lokal serta diversifikasi merupakan salah satu bagian dari strategi penguatan teknologi.
Indonesia merupakan negara besar dan memiliki potensi untuk melaksanakan hal ini. Sumberdaya cukup melimpah dan didukung oleh iklim yang kondusif. Peran serta pengambil kebijakan lebih fokus dalam pembangunan bidang pertanian berkelanjutan akan mengenjot gairah perkembangan pertanian berkelanjutan. Pada masanya, produk petani Indonesia mampu menjadi daya saing global.[jo]
Setelah lewat era itu, kebutuhan pangan diusahakan dengan bercocok tanam. Saat ini perkembangan itu sudah demikian dasyat. Teknologi pangan sudah demikian maju. Dari sekian bahan pangan yang dimakan oleh manusia ternyata masih banyak berasal dari muka bumi artinya belum tergantikan oleh produk digital. Dari mulai tanaman di tanam, dirawat, dipanen, dikemas, didistribusikan hingga di meja makan membutuhkan inovasi.
Namun demikian pada era industrialisasi global sekitar abad ke-18, peningkatan bahan pangan yang digenjot habis-habisan ini menyisakan masalah baru. Penggunaan teknologi saat itu masih menyisakan kesedihan kepada perubahan sosial, ekonomi dan ekologi saat ini. Penerapan teknologi pertanian konvensional yang membahana menyebabkan ketergantungan petani menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia. Pelaksanaan budidaya yang kurang memperhatikan kelangsungan lingkungan hidup. Bahkan hitung-hitungan yang rasional terhadap pembelajaan sarana produksi pertanian tidak dihitung sebagai rugi laba.
Beberapa fakta yang bisa ditemui saat ini berkaitan dengan gagalnya pertanian konvensional antara lain ;
  1. Penurunan tingkat kesuburan tanah
  2. Hilangnya bahan organik dalam tanah
  3. Erosi dan sedimentasi tanah
  4. Pencemaran tanah dan air akibat penggunaan bahan kimia yang berlebihan
  5. Residu pestisida dan bahan berbahaya lainnya
  6. Memudarnya konsep gotong royong masyarakat
  7. Berkurangnya luas lahan karena beralih fungsi jadi tempat industri, dll
Hingga kemudian para pakar mengemukakan gagasan mengenai pertanian berkelanjutan. Urusan pangan bukan hanya untuk saat ini tetapi juga untuk masa depan. Bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk anak cucu kita. Food and Agriculture Organization (FAO, 1989) mendefinisikan pertanian berkelanjutan sebagai manajemen dan konservasi basis sumberdaya alam, dan orientasi perubahan teknologi dan kelembagaan guna menjamin tercapainya dan terpuaskannya kebutuhan manusia generasi saat ini maupun mendatang. Pembangunan pertanian berkelanjutan menkonservasi lahan, air, sumberdaya genetik tanaman maupun hewan, tidak merusak lingkungan, tepat guna secara teknis, layak secara ekonomis, dan diterima secara sosial.
Pertanian berkelanjutan ini tidak lepas dari pemanfaatan teknologi. Tiga pilar pertanian berkelanjutan antara lain; dimensi Sosial, dimensi Ekonomi dan dimensi Ekologi. Selain dimensi tersebut penting untuk mengaplikasikan teknologi yang berkaitan langsung dengan bidang pertanian maupun bidang lain. Teknologi ini harus mampu memacu peningkatan nilai tambah (value added), daya saing (competitiveness), dan keuntungan (profit/benefit) produk pertanian.
Organ teknologi yang diperlukan adalah cara budidaya dan bertani secara berkelanjutan dilakukan dengan baik, penanganan hasil panen yang baik, pengolahan/pasca panen dan membangun sistem distribusi yang baik. Indikasi atau ukuran keberhasilan pelaksanaan teknologi tersebut adalah standar terhadap produk pertaniannya. Produk pertanian yang baik memenuhi kriteria kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Teknologi yang mampu mendaur ulang proses pemanfaatan (zero waste) dan pemanfaatan sumberdaya lokal serta diversifikasi merupakan salah satu bagian dari strategi penguatan teknologi.
Indonesia merupakan negara besar dan memiliki potensi untuk melaksanakan hal ini. Sumberdaya cukup melimpah dan didukung oleh iklim yang kondusif. Peran serta pengambil kebijakan lebih fokus dalam pembangunan bidang pertanian berkelanjutan akan mengenjot gairah perkembangan pertanian berkelanjutan. Pada masanya, produk petani Indonesia mampu menjadi daya saing global.[jo]

- See more at: http://pertaniansehat.com/read/2012/11/09/inovasi-teknologi-pertanian-untuk-produk-global.html#sthash.hM2V9yq4.dpuf

Inovasi Pertanian: Gabungan Akuakultur dan Hidroponik

Inovasi Pertanian: Gabungan Akuakultur dan Hidroponik


Tomat dan ikan sukses dibudidayakan di dalam lingkungan yang sama. Air kotor dari akuarium menyediakan nutrisi mineral yang penting bagi pertumbuhan tanaman.

Ratusan ikan tilapia berhabitat dalam puluhan akuarium di Institut Ekologi Air Tawar dan Perikanan Darat di Berlin. Deretan akuarium terletak di dalam rumah kaca yang juga menjadi tempat tumbuhnya tanaman tomat. Pendingin ruangan membuat suhu di dalam rumah kaca konstan pada angka 27 derajat Celsius - lingkungan yang kondusif bagi tomat dan tilapia. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menumbuhkan sayuran dan mengembangbiakkan ikan pada kondisi zero emissionatau emisi nol.
Produksi pangan berteknologi tinggi
Air dari akuarium memberi nutrisi bagi tomat

Tomat dan ikan dapat hidup dalam lingkungan artifisial yang menggunakan teknologi untuk memastikan hasil yang optimal.
Ikan dikembangbiakkan secara manusiawi, bela Werner Kloas yang membuat konsep proyek. Jumlah ikan di dalam akuarium disesuaikan dengan jumlah normal di habitat asli mereka.Tomat juga tumbuh dalam lingkungan buatan. Mereka ditanam bukan dalam tanah, tapi dalam wol mineral. "Kultivasi tanaman tanpa tanah namanya hidroponik," jelas Hendrik Monsees, seorang ahli biologi di institusi tersebut.
Jenis kultivasi dan pertanian semacam ini bukan sesuatu yang baru. Sayuran tumbuh dalam rumah kaca di berbagai penjuru dunia. Dan beternak ikan dalam akuarium juga bukan sesuatu yang revolusioner. Tapi apa yang baru adalah air dari akuarium digunakan untuk menumbuhkan tomat. Akuakultur, yakni peternakan organisme akuatik, dan hidroponik - menumbuhkan tanaman menggunakan solusi nutrisi mineral dalam air, tanpa tanah - selama ini merupakan domain yang terpisah, ungkap Kloas.
Pada intinya, proyek ini menggabungkan akuakultur dan hidroponik.
"Saat tanaman butuh air dan nutrisi, akan didapatkan dari akuarium," kata Kloas.
Dua tahapan purifikasi air
Ikan mengeluarkan amonia, yang beracun bagi tilapia, sehingga airnya harus dirawat. Namun keuntungannya, air kotor dari akuarium justru menjadi pupuk ideal bagi tomat begitu kotoran ikan sudah difilter dan amonia dipisahkan secara kimiawi.
Di dalam rumah kaca, segala proses ini berlangsung otomatis. Air kotor dari akuarium masuk ke dalam pipa plastik berwarna putih. Pada tahap awal, kotoran ikan disaring keluar kemudian air dipurifikasi dalam sebuah biofilter.
Di dalam filter terdapat plastik-plastik kecil yang mengapung di atas air. Ukuran plastik hanya sebesar ujung jempol, namun permukaannya ampuh menyaring bakteri.
"Ini bakteri - Nitrosomonas dan Nitrobacter - yang lazim dijumpai di dalam air," pungkas Kloas. Proses nitrifikasi dilakukan oleh kedua kelompok bakteri tersebut. Nitritasi mengubah amonia menjadi nitrit. Dan nitratasi mengubah senyawa nitrit menjadi nitrat.
Dan nitrat merupakan komponen penting dan berharga bagi pupuk tanaman.
Air yang dirawat dalam akuarium dialirkan melalui pipa ke boks-boks tempat tanaman tomat tumbuh. Nitrat diekstrak dari air - sisa air terbuang melalui dedaunan sebagai uap air. Sejumlah perangkap dingin terpasang di langit-langit untuk memastikan kondensasi air kembali diarahkan ke akurium. Siklus ikan-tomat terpenuhi sudah.
Menghemat air
Tanaman tomat dalam rumah kaca tidak membutuhkan air tawar layaknya peternakan ikan dan penanaman sayuran konvensional.

"Dengan sebuah sistem siklus tertutup, kami hanya membutuhkan sekitar 10 persen air tawar per hari," tandas Werner Kloas. "Kami dapat menghemat begitu banyak air dan oleh karena itu tercipta sebuah sistem berkelanjutan."

sumber : www.dw.de

Minggu, 07 Desember 2014

Al Quran sebagai sumber inspirasi pertanian


Bila kita mengamalkan AlQuran sebagai usaha kita mengimplementasikan kemakmuran umat, maka petunjuk-petunjukNYA harus kita lihat dan memahami dengan ilmu dan amalan yang sesungguhnya. Petunjuk detil tentang tahap-tahap pemakmuran bumi ini ada di rangkaian ayat berikut :

 "Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur ? Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS 36 : 33-36)

Al Quran sebagai sumber inspirasi pertanian

Awalnya bumi itu mati, lalu Allah hidupkan. Dengan apa Allah menghidupkannya ? antara lain dengan tanaman ‘biji-bijian’ yang ‘mereka makan’. Ini petunjuk yang luar biasa untuk kita yang (ingin) terjun di dunia pertanian/perkebunan. Ketika kita mendapati bumi yang ditelantarkan oleh pemilik (sebelum) nya, cara memakmurkan awalnya adalah dengan menanam jenis biji-bijian yang dapat kita makan.

Dalam bahasa ilmiah tanaman biji-bijian ini disebut tanaman leguminosa (family Fabaceae atau Leguminosae) yang memiliki jumlah spesies sekitar 19,300-an. Diantaranya yang sudah pernah saya perkenalkan di situs ini adalah Alfaafa (Medicago sativa) dan Koro Pedang (Canavalia ensiformis).

Selain memberikan hasil yang bisa dimakan manusia maupun ternak (yang ujungnya juga akan di makan manusia), tanaman leguminosa memiliki keunggulan dalam mengikat nitrogen di tanah. Dialah biofertilizer yang paling efektif yang disediakan di alam. Maka jenis tanaman inilah yang pertama yang seharusnya kita tanam ketika mendapati tanah yang mati (gersang, ditelantarkan pemiliknya dlsb).

Dengan tanaman leguminosa yang menutupi tanah, selain membuat tanah kaya akan nitrogen yang akan dibutuhkan oleh tanaman-tanaman selanjutnya – juga terbentuk iklim mikro (microclimate) di atas tanah yang bersangkutan. Suhu permukaan tanah akan turun dan air mulai akan dihasilkan melalui kondensasi dan pengurangan evaporasi.

Setelah tanah sudah mulai subur, tanaman berikutnya adalah kurma dan anggur. Kurma adalah tanaman tegakan yang akarnya masuk jauh ke dalam tanah dan juga merayap ke samping. Kurma adalah tanaman yang sangat efisien dalam pemanfaatan air – sehingga dia mampu hidup di tanah yang minim air sekalipun. Pohonnya yang tinggi dan daunnya yang menjuntai memberikan naungan bagi sekitarnya. Dengan kombinasi tanaman yang merambat (anggur), keberadaannya menyempurnakan iklim mikro di tempat-tempat pertumbuhannya.

Perakarannya yang memperbaiki porositas dan daya serap tanah terhadap air hujan yang jatuh, air tidak terbuang dan tidak menguap –  bila hal ini  berlangsung cukup lama (usia kurma bisa sampai ratusan tahun), maka bukan hanya air akan tersedia cukup di tempat tumbuhnya kurma tersebut, bukan pula sekedar merembes, tetapi air bahkan akan memancar menjadi sejumlah mata air !

Setelah episode tanah yang mati sampai menjadi makmur yang ditandai dengan memancarnya mata air ini, saat itulah manusia bisa menikmati hasil bumi itu secara berkelanjutan dan bahkan mulai bisa bercocok tanam dengan tanaman-tanaman yang disukainya seperti padi, gandum dlsb.

Dengan itulah manusia harus banyak-banyak bersyukur dan menjaga keseimbangan di alam – agar kemakmuran itu terus terjaga secara berkeseinambungan.

Ayat ini membuktikan bahwa bila Allah menugasi kita untuk memakmurkan bumi (QS 11 :61), pasti Dia juga memberikan petunjukNya bagaimana cara kita untuk memakmurkan bumi itu. Petunjuk inipun bukan petunjuk yang samar, tetapi petunjuk yang detil lengkap dengan penjelasannya (QS 2 :185).

Maka surat Yaasiin (dan juga surat-surat lainnya) benar-benar akan menjadi petunjuk untuk pelaksanaan misi pemakmuran bumi itu, tetapi mustinya tidak berhenti pada tataran dibaca dan dihafal. Interaksi dengan surat ini musti komplit mulai dari dibaca, dihafalkan, dipahami, diamalkan (diimplementasikan) dan juga diajarkan.

Rintisan untuk implementasi ayat-ayat tersebut di atas sedang kita mulai, setelah bibit Alfaafa ada di kita, kini kami sedang menyiapkan bibit Koro Pedang yang nantinya bersama Alfaafa dapat kita jadikan sebagai tanaman perintis yang akan menjadi pioneer dalam menangani lahan-lahan yang gersang. Alfaafa dan Koro Pedang hanyalah dua contoh tanaman perintis - dari belasan ribu spesies yang ada - yang sudah kami pelajari karakter, efektifitas dan kesesuaiannya dengan lahan-lahan kita pada umumnya.
Wallahu A'lam

http://goo.gl/jwfLS
www.agribisnis-indonesia.com

Sabtu, 06 Desember 2014

Tanaman luar biasa Tomtato



The TomTato - tanaman yang tumbuh di atas tanah Tomat dan Kentang bawah ... "Sebuah tanaman yang luar biasa yang menghasilkan kedua tomat dan kentang telah dikembangkan di Inggris Hanya satu dari anak-anak nakal bisa tumbuh lebih dari 500 tomat manis di atas tanah. , dan tanaman yang layak kentang putih di bawah. Sesuai dengan nama 'TomTato', tanaman ini benar-benar 100 persen alami, dan tidak dimodifikasi secara genetik sebagai salah satu harapkan. 

TomTato, alias 'sayuran petak dalam panci', dikembangkan melalui grafting teknologi tinggi oleh Thompson dan Morgan, sebuah perusahaan hortikultura yang berbasis di kota Ipswich, di Suffolk, Inggris. Meskipun tanaman serupa telah dibuat di Inggris sebelumnya, ini adalah pertama kalinya seseorang telah berhasil memproduksi versi komersial. 

Menurut Guy Barter dari Royal Horticultural Society (RHS), rasa adalah masalah nyata dengan varietas masa lalu, tetapi TomTato tampaknya telah memukul jackpot. ... " 

more: http://www.odditycentral.com/foods/the-tomtato-a-plant-that-grows-tomatoes-above-ground-and-potatoes-below.html

Kamis, 04 Desember 2014

Tips Cara Menjadi Petani Yang Sukses




Selamat siang kepada para pembaca yang sedang membaca artikel ini, pada hari pertama pada bulan September ini saya akan berbagi mengenai beberapa tips yang menurut saya dapat mengantarkan anda menjadi seorang petani yang sukses. pada dasarnya bertani sudah menjadi keahlian oleh bangsa kita tapi kita sendiri tidak pernah merasakannya, bertani itu sebenarnya sangatlah gampang kita hanya menanam, merawat, serta memanen. tapi yang membuat kita tidak mau untuk bertani ialah karena tempat kita bekerja yang bersentuhan langsung dengan tanah makanya banyak diantara kita yang tidak mau bertani sebab mereka takut badannya akan kotor terkena tanah.

Tapi ada lagi satu faktor yang mnembuat kita sangat malas atau enggan untuk bertani yaitu pendapatan yang diterima tidak begitu menjanjikan (menurut kebanyakan orang), sebab para petani hanya mendapatkan pendapatan setelah mereka panen saja atau sekitar 3 bulan untuk tanaman musiman dan butuh sekitar 2-3 tahun untuk tanaman tahunan. tapi menurut saya bertani sangatlah menjanjikan jika kita mempunyai beberapa hal untuk menjadi seorang petani yang sukses.

Berikut ini saya akan berbagi kepada anda tentang cara menjadi petani yang sukses, walaupun saya bukan petani tapi percaya atau tidak saya seorang sarjana pertanian (SP). berikut tipsnya :

1. Modal
Hal yang harus dibutuhkan untuk menjadi seorang petani yang sukses ialah modal, dengan adanya modal kita dapat mempergunakannya untuk membeli peralatan pertanian, membeli pupuk, membayar pekerja, serta yang paling penting ialah modal dapat digunakan untuk mengadakan lahan untuk bertani. modal usaha dapat didapatkan dimana saja, sekarang ini sudah banyak bank nasional maupun swasta yang memberi pinjaman modal kepada petani untuk bercocok tanam.

2. Lahan
Tips saya selanjutnya ialah setelah kita mendapatkan modal, hal yang seharusnya kita lakukan ialah membeli sebidang tanah atau menyewanya, dan lebih bagus lagi bila kita sudah mempunyai lahan sendiri untuk memulai membangun usaha pertanian.

3. Ilmu Tentang Pertanian
Selain kedua hal diatas tips saya selanjunya ialah untuk menjadi seorang petani yang sukses kita harus mempunyai ilmu dulu mengenai pertanian itu sendiri, ilmu tentang pertanian itu sendiri tidak mesti didapatkan dengan sekolah dulu melainkan kita bisa mendapatkannya dari belajar sendiri atau bertanya kepada petani lain yang sudah berpengalaman serta kita juga dapat bertanya atau berdiskusi kepada para penyuluh pertanian yang dapat membimbing kita.

4. Niat dan Kemauan
Hal terakhir yang untuk menjadi seorang petani yang sukses ialah Niat dan kemauan, tanpa niat dan kemauan kita tidak akan bisa menjadi seorang petani yang sukses sebab menjadi seorang petani kesabaran kita akan diuji. dan ingat semua usaha yang dilakukan oleh manusia pasti pernah mengalami jatuh bangun, jadi untuk menjadi seorang petani yang sukses kita harus mempunyai niat dan kemauan yang sangat besar.

semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk para pembaca dan untuk para petani muda, jika anda punya tips atau cara lain menjadi petani yang sukses silahkan menulis komentar pada kotak komentar atau jika ada saran dan kritik dari para pembaca silahkan disampaikan pada kotak komentar yang ada disebelah bawah, jangan pula lupa untuk meninggalkan alamat blog sobat agar saya bisa berkunjung dan memberikan komentar. nantikan dan ikuti terus artike-artikel lainnya dari kami  http://catatankaki06.blogspot.com/. (Wassalam)


Baca Selengkapnya Di : http://catatankaki06.blogspot.com/2013/09/tips-cara-menjadi-petani-yang-sukses.html#ixzz3KsVLdo2S

Rabu, 03 Desember 2014

Cerita Sukses Berawal dari Hijab


Berawal dari pilihan gaya berbusana sesuai ajaran Islam, para wanita berhijab ini meraih kesuksesannya. Tak sekedar inspirasi, keinginan untuk membagi ilmu dan kemampuannya dalam mendesain kerudung dan memadumadankan busana muslim membawa mereka menjadi entrepreneur sukses. Kisah mereka pun menjadi inspirasi.



(Sumber foto: Official website Mariam Sobh)
Mariam Sobh adalah seorang jurnalis dan news anchor. Tahun 2007, dia meluncurkanhijabtrendz.com seiring dengan keputusan dirinya mengenakan hijab. Mariam menjadi wanita pertama di Amerika Serikat yang tampil berhijab sebagai pekerja di media televisi dan radio. Mariam membuat hijabtrendz karena ia merasa tidak ada satupun sumber media yang membahas trend dari sisi wanita muslim. Enam tahun setelah peluncurannya, hijabtrendz menjadi situs portal bagi wanita muslim modern dengan 2 juta hit dan lebih dari 38 ribu fans di facebook.

sumber : http://www.lipton.co.id/articles/view/cerita-sukses-berawal-dari-hijab?page=1#mp

CARA MEMBUAT BENIH PADI UNGGUL



CARA MEMBUAT BENIH PADI UNGGUL
Perlakuan pasca panen
* Pemanenan dilakukan setelah padi menguning 85-90 %.
* Lakukan pemanenan secara khusus dan jangan sampai tercampur dengan padi yang lain.
* Lakukan segera penjemuran dengan alas kepang, tikar dan jangan di lantai jemur, pada pagi hari pukul 7.30 hingga 10.00 WIB serta sore hari pukul 14.30 hingga 16.30 WIB, sampai kering dengan kadar air 14-12 %.
* Lakukan stagnasi selama 7 - 15 hari sebelum direndam.
Perlakuan Perendaman
* Ambil benih secukupnya sesuai dengan luas lahan.
* Siapkan air garam/air abu yang dalam kondisi telur ayam kampung terapung separohnya.
* Masukan benih ke dalam air tersebut dan akan terlihat benih menjadi 3 bagian.
* Bagian I adalah yang ada di dasar, dengan daya tumbuh 90-95 %,
* Bagian II adalah yang melayang, dengan daya tumbuh 85-90 %, Bagian III adalah yang terapung dengan daya tumbuh 0-85 %.
* Pisahkan bagian III (yang terapung) dan bisa dijemur lagi untuk dikonsumsi.
* Ambil bagian I dan II lalu dibilas dengan air tawar sampai bersih dan rendam selama 24 jam dengan air bersih, lalu ditiriskan dan kita peram selama 24 jam, maka benih siap untuk ditebar.

Salam Sukses dan Sejahtera buat Petani Indonesia
sumber : https://www.facebook.com/permalink.php?id=476249815777353&story_fbid=476258335776501

Selasa, 02 Desember 2014

9 Makanan yang jangan dimakan jika Ingin Menurunkan Berat Badan

9 Foods to NEVER Eat if you Want to Lose Weight


Asal-usul nama ‘Panumbangan’ doloe versi 1


 (panumbangan sekarang sudah padat dilihat dari google map)



Asal-usul nama ‘Panumbangan’ nampaknya baru bisa ditelusuri dari cerita turun-temurun, dan bukan dari data primer sejarah yang catatannya dapat dibuktikan. Salah satu tulisan yang memuat kisah tentang kawasan ini adalah buku “Sejarah Panjalu” yang ditulis oleh Hendar Suhendar, SH., diterbitkan tahun 2007. Buku tersebut, atau setidaknya kutipan dari buku tersebut, banyak dijadikan sumber tulisan yang berkaitan tentang asal-usul Panumbangan, meskipun sayangnya tidak semua situs mencantumkannya. Berikut ini, adaptasi bebasnya:

Syahdan, Puteri Kencana Larang yang dipersunting Raja Majapahit -bergelar Prabu Brawijaya- sudah berbadan dua dan ingin sekali menemui kedua orang-tuanya di Pajajaran (catatan: ada juga tulisan lain yang menyebut nama puteri tersebut sebagai Suci Larang, dan suaminya adalah Pangeran Gajah Wulung, masih putra mahkota, belum menjadi raja di Majapahit). Meski kehamilannya memasuki masa-masa akhir dan hampir melahirkan, tetapi niatannya untuk pulang ke kampung halaman tak dapat dihalang-halangi lagi. Ia ingin sekali melahirkan di dekat ibunda dan ayahanda tercintanya.

Sang Raja Majapahit akhirnya mengalah dan mengizinkan istrinya meninggalkan istana di bawah kawalan seorang menteri dan serombongan pasukan penjaga. Tak urung ia mencucurkan air mata karena kesedihannya, meskipun ia tak dapat berbuat apa-apa, karena saat itu negara sangat membutuhkan kehadirannya.

Berpuluh-puluh hari lamanya rombongan Puteri Kencana Larang menempuh perjalanan dan melewati bermacam hutan belantara. Akhirnya mereka tiba di sebuah tempat di dekat sebuah sungai (yang dimaksud, mungkin Sungai Citanduy). Mereka tak sadar bahwa sebetulnya mereka sudah berada di dekat tujuannya.

Saat itulah, Sang Putri merasakan kandungannya menggeliat lebih hebat dari biasanya. Tanda-tanda kelahiran sudah dirasakannya, sementara perjalanan ke Kawali, pusat Kerajaan Pajajaran, belum pasti kapan sampainya.
Panumbangan berada di kaki Sunung Sawal

“Kita harus berhenti di sini, Tuan Puteri. Kami akan persiapkan tempat berlindung yang nyaman. Rasanya tak mungkin melanjutkan perjalanan lagi dengan keadaan Tuan Puteri yang seperti ini,” kata Menteri, pimpinan rombongan pengawal. Puteri Kencana Larang tak dapat menolak usulan tersebut.

Akhirnya, dibuatlah tempat peristirahatan yang dapat melindungi Puteri Kencana Larang dari hujan, panas dan terutama binatang buas. Untuk membuat rumah dan pelataran yang nyaman, ditebanglah pepohonan di tempat itu. Berbagai jenis pohon dalam berbagai ukuran menjadi ‘korban’ untuk keperluan mendesak itu. Satu persatu, pepohonan tumbang.

“Banyak sekali pohon tumbang di sini. Mulai saat ini, kita namakan tempat ini Panumbangan,” cetus Sang Puteri.

Ia kemudian melahirkan di tempat tersebut. Sepasang bayi kembar, lelaki dan perempuan, menjadi buah hati hasil pernikahan yang menyambungkan Majapahit dan Pajajaran.

Kata ‘tumbang’ dianggap kurang populer untuk menunjukkan pohon yang roboh dalam bahasa Sunda, dan jika mengacu kisah ini maka dapat dimengerti mereka yang menyebut tumbang berasal dari rombongan Majapahit. Kamus Basa Sunda sendiri mengakui keberadaan kata ‘tumbang’ sebagai serapan dari Bahasa Indosesia.

Apakah benar nama “Panumbangan” berasal dari kisah di atas, yang bersambung dengan kisah ‘Asal-usul Maung Panjalu’? Atau ini hanyalah sekedar kisah saja? Ada baiknya, kita membaca pula versi lain (Versi 2), tentang asal-usul Panumbangan, yang dapat kita jadikan perbandingan.

sumber :http://www.ciamis.info/2014/04/asal-usul-panumbangan-versi-1.html#.VHy9JzGsVLk

Senin, 01 Desember 2014

Inspirasi : segenggam serbuk pahit


Ada seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yg sedang dirundung problem dan masalah.
Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit & meminta anak muda itu u/ mengambil segelas air.
Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas & di aduk perlahan,
“Coba minum ini & katakan bagaimana rasanya?” ujar Pak tua
“Pahit sekali” jawab Pemuda itu
Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak pemuda itu utk berjalan ke tepi telaga di belakang rumahnya.
Mereka berjalan berdampingan & akhirnya sampai ke tepi telaga yang tenang itu.
Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu & dengan sepotong kayu ia mengaduknya,
“Coba ambil air telaga ini & minumlah”
Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua bertanya lagi,
“Bagaimana rasanya?”
“Segar” sahut si Pemuda
“Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?” tanya Pak tua
“Tidak” sahut Pemuda
Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata,
“Anak muda dengarkan baik-baik, pahitnya kehidupan sama seperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang”
Jumlah & rasa pahitnya pun sama & memang akan tetap sama.
Tapi kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari WADAH yang kita miliki.
Kepahitan itu akan di dasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya.
Jadi saat Anda merasakan kepahitan & kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang dapat Anda lakukan :
“Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu,
Luaskanlah hatimu utk menampung setiap kepahitan itu”
Saudaraku.. Hatimu adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat itu.
Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.
“Jangan jadikan hatimu seperti gelas,
buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu & merubahnya